Search for
Login | Username Password Forgot? | Email: | Create Account
News | Popularity: 2 | Entries: 27060 | Updated: 1043d 1979s ago | | Add to My Feeds

Suhendra - detikFinance


Foto: Reuters

Jakarta - Pemerintah tengah mengkaji formula patokan harga pembelian susu dari peternak oleh  Industri Pengolahan Susu (IPS). Hal ini dilakukan menyusul kisruh pembelian susu antara IPS dengan peternak susu yang berdampak pada aksi demo para peternak susu di Jawa Timur beberapa waktu lalu.  

Dalam kasus itu kemarahan para peternak susu lokal dipicu oleh tindakan industri pengolah susu yang lebih memilih produk bahan baku susu impor. Susu impor dipilih karena dinilai lebih murah dan berkualitas baik. Akibatnya, daya serap produksi susu peternak lokal dianggap masih rendah.
 
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Subagyo mengakui telah mendapat laporan bahwa para peternak susu lokal merasa tidak diserap secara maksimal oleh industri pengolah susu.

Untuk itu Depdag dengan Departemen Pertanian sedang mempersiapkan solusi agar masalah harga dan pasokan susu dari peternak bisa diatasi termasuk kemungkinan dengan patokan pembelian susu.
 
“Soal penetapan harga, belum ke arah sana kita masih identifikasi. Bahwa peternak susu memperoleh harga yang dirasa menghambat produksinya. Perlu ada keseimbangan dari sisi harga bagi pengguna dan peternak,” jelasnya.
 
Sementara itu Sekjen Asosiasi Industri Pengolahan Susu Sahlan Siregar mengatakan bahwa secara mendasar pihak IPS akan selalu siap menyerap produksi susu dari peternak lokal meskipun harganya relatif lebih mahal dari impor.
 
“Berapa pun yang ada di peternak kita beli,” jelasnya.
 
Saat ini harga susu peternak lokal mencapai Rp 3.500 sampai Rp 3.700 per kilo, atau 15% masih diatas harga susu impor. Pasokan susu lokal per harinya hanya mencapai 1.600 ton per hari atau sama dengan 25% hingga 30% dari kebutuhan industri pengolahan susu, dimana sisanya 70% harus diimpor.
 
“Soal harga ini sebenarnya masalah transaksi pembelian IPS sebagai pembeli, dan peternak atau koperasi sebagai penjual yang diatur dalam perjanjian,” ucapnya.
 
Namun kata dia, jika memang pemerintah menghendaki adanya penetapan atau patokan harga bagi produksi susu lokal, pihaknya tidak mempersalahkan masalah itu.
 
“Kita siap saja,” ucapnya.
 
Diakuinya meskipun tidak seragam, kualitas produk susu peternak lokal masih ada yang berada dibawah standar SNI, yang menetapkan maksimal 1 juta bakteri dalam setiap mili liter susu.
(hen/lih)

source: detikfinance

Post from: plinplan.com - Indonesian News Archives and Aggregators

Pemerintah Kaji Patokan Harga Susu untuk Peternak

Related posts:

  1. Sapi yang Punya Nama Hasilkan Susu Lebih Banyak Susetyo Dwi Prihadi - Okezone (Foto:Cobis) LONDON - Sapi yang...
  2. Industri susu formula Jatim kekurangan pasok SURABAYA (Bisnis.com): Jawa Timur masih kekurangan bahan baku susu segar...
  3. Akibat Skandal Susu Melamin, Produsen Susu Terbesar China Bangkrut Rita Uli Hutapea - detikNews AFP Beijing - Sanlu...



More from plinplan.com


^ Back To Top