Aprizal Rahmatullah - detikNews

Jakarta - Ratusan warga korban lumpur Lapindo yang berdemo di depan Istana Negara dibubarkan polisi. Mereka diangkut 5 truk polisi untuk selanjutnya dibawa ke Gedung LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.
“Perempuan dan anak-anak menangis, yang laki-laki meronta ketika hendak dibawa,” kata pendamping warga, Paring Waluyo, saat dihubungi detikcom Jumat (20/3/2009), pukul 00.20 WIB.
Sejak, Kamis (19/3/2009) pukul 10.30 WIB warga sudah berunjuk rasa di depan Istana, Jl Merdeka Utara, Jakarta. Ratusan warga tersebut berasal dari 4 desa yang terkena rendaman lumpur Sidoarjo, yaitu Reno kenongo Siring, Kedungbendo, dan Jati Rejo.
“Mereka (aparat) mulai mengangkut pukul 00.00 WIB. Ada sekitar ratusan (aparat) mengepung. Warga diminta untuk membubarkan diri demi ketertiban masyarakat,” tambahnya.
Walau tidak disertai kekerasan, aksi ini dikhawatirkan mengganggu kondisi psikologis warga. “Kami takutkan jadi trauma yang mendalam, apalagi ada anak-anak. Mestinya tidak terjadi seperti ini kalau Istana cepat merespon,” tandasnya.
Dalam aksinya, warga menuntut pemerintah melunasi ganti rugi secara tunai atas rumah dan tanah mereka. Mereka menolak kebijakan pelunasan yang ditetapkan, yaitu 15 juta per bulan.
(ape/sho)
source: detiknews
Post from: plinplan.com - Indonesian News Archives and Aggregators
Tolak Tinggalkan Istana, Korban Lapindo Diangkut Truk Polisi
Related posts:
- 400 Polisi Barikade Istana Negara Sambut Korban Lapindo Andi Saputra - detikNews Korban Lapindo saat datang di...
- Ribuan Korban Lapindo Kepung Istana Andi Saputra - detikNews Jakarta - Sekitar 1.080 korban...
- Tolak Tawaran Pemerintah, Korban Lapindo Akan Kembali Kepung Istana Moksa Hutasoit - detikNews (Foto: Andi Saputra/ detikcom) Jakarta...
