M. Rizal Maslan - detikPemilu
Jakarta - Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan menilai, Pemilu 2009 merupakan penentu nasib reformasi. Jika pemilu kali ini gagal melakukan perubahan, maka Indonesia bakal kembali ke masa orde baru atau orde lama.
Menurutnya, cita-cita reformasi masih bisa diselamatkan asalkan Pemilu 2009 berhasil memilih pemimpin yang sesuai keinginan rakyat.
“Jika berhasil maka akan berdampak baik. Namun sebaliknya, jika gagal, ini akan menjadi critical for democracy (masa kritis bagi demokrasi),” kata Anis dalam Journalist Meeting bertema ‘Pemilu 2009 Hasilkan Pemerintahan untuk Rakyat’ di Jakarta, Kamis (19/3/2009).
Dalam diskusi yang juga dihadiri kandidat capres Rizal Ramli dan sesepuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Suko Sudarso itu, Anis menegaskan bahwa Pemilu 2009 merupakan penentu arah bangsa.
“Psikologis masyarakat akan mentolerir sampai tiga kali, kita sudah melaksanakan pemilu dua kali, 1999 dan 2004,” tambahnya.
Direktur The Indonesian Institute itu juga menjelaskan, di beberapa negara seperti Asia Selatan dan Amerika, masyarakat akan menunggu perubahan hingga pemilu ke-3 dan ke-4.
Jika dalam rentan waktu tersebut gagal mendapatkan pemimpin ideal dan gagal menciptakan perubahan, maka situas politik di negara tersebut akan mundur ke belakang.
Sedangkan di Indonesia, kata Anis, jika Indonesia gagal pada pemilu kali ini, maka akan kembali seperti pada masa sebelum reformasi yakni orde baru atau orde lama.
( zal / sho )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
source: detiknews
Post from: plinplan.com - Indonesian News Archives and Aggregators
Jika Pemilu Gagal, Indonesia akan Mundur ke Era Orba
Related posts:
- PKS Bakal Ditinggal Pemilih Jika Gagal Atasi Konflik Internal Muhammad Nur Hayid - detikPemilu Jakarta - Pengamat politik...
- Pariwisata 2009 akan Ramai Jika Pemilu Lancar Gede Suardana - detikNews dok detikcom Denpasar - Pariwisata...
- PKB Akan Laporkan Jika Merupakan Pelanggaran Pemilu Didit Tri Kertapati - detikPemilu Jakarta - PKB Muhaimin...
